Mahasiswa IIM Jambi Ziarah ke Makam Datuk Rangkayo Hitam, Pelajari Sejarah Islam dan Budaya Melayu

BacaWeb.com, Jambi — Mahasiswa semester I Fakultas Ushuluddin dan Hukum Institut Islam Maarif (IIM) Jambi pada Sabtu, 4 Oktober 2025, menggelar studi lapangan ke makam Datuk Rangkayo Hitam di Desa Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Islam dan Budaya Jambi yang bertujuan memperkuat pemahaman sejarah Islam dan budaya Melayu secara langsung di lapangan.

Sekitar 35 mahasiswa ikut serta dalam perjalanan ini, didampingi dosen pengampu, Ibu Pit Arzuna. Mereka menempuh jarak sekitar 87 kilometer dari Kota Jambi melalui jalur Suak Kandis dengan waktu tempuh kurang lebih tiga jam. Meski kondisi jalan menuju lokasi masih ada yang perlu perbaikan, semangat rombongan tetap tinggi untuk tiba di makam tokoh penyebar Islam tersebut.

Datuk Rangkayo Hitam dikenal sebagai salah satu raja dan ulama penyebar Islam di Jambi pada masa 1500–1550 Masehi. Beliau merupakan putra dari Datuk Paduko Berhalo dan memiliki peran penting dalam perkembangan Islam serta pembentukan budaya Melayu Jambi. Makamnya terletak di tepi Sungai Batanghari dan kini menjadi salah satu situs cagar budaya bersejarah di wilayah tersebut.

Dekan Fakultas Ushuluddin dan Hukum IIM Jambi, Bapak Faisal Ahmadi, S.HI., MCL., CPM, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menilai studi lapangan seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran sejarah dan memperkaya wawasan mahasiswa.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung jejak peradaban Islam dan budaya Melayu di Jambi. Ini bentuk pendidikan yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata,” ujarnya.

Selain berziarah, para mahasiswa juga berkesempatan mengamati langsung lingkungan sekitar situs bersejarah, termasuk struktur makam, kondisi alam, serta interaksi masyarakat setempat yang hingga kini masih menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi Islam peninggalan Datuk Rangkayo Hitam. Pengamatan ini menjadi pengalaman berharga dalam memahami keterhubungan antara sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Jambi saat ini.

Para dosen pendamping menilai kunjungan ini dapat memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian situs-situs sejarah Islam. Mereka berharap generasi muda dapat ikut berperan aktif dalam menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Jambi kepada masyarakat luas, baik melalui kegiatan akademik maupun publikasi ilmiah. (*)