Wamendagri Tinjau Kampung Bahagia Kenali Asam, Program Maulana–Diza Dinilai Layak Jadi Model Nasional

BacaWeb.com, Jambi – Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha meninjau langsung pelaksanaan Program Kampung Bahagia di RT 14 Kelurahan Kenali Asam, Rabu (15/4/2026).
Peninjauan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto serta Gubernur Jambi Al Haris, sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan program pemberdayaan masyarakat berbasis wilayah.
Dalam kesempatan itu, Bima Arya memberikan apresiasi terhadap konsep Kampung Bahagia yang dinilai mampu mendorong pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun sistem pemberdayaan melalui kelompok kerja (pokja) di tingkat masyarakat.

Ia menilai keterlibatan aktif warga dalam pengelolaan program menjadi salah satu kekuatan utama yang dapat mendorong transparansi serta akuntabilitas dalam pelaksanaan pembangunan di tingkat lingkungan. Jika terus berjalan konsisten, konsep tersebut dinilai memiliki potensi untuk direplikasi di berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, Bima Arya mengingatkan pentingnya pengelolaan program secara berkelanjutan dengan standar administrasi dan pengawasan yang jelas. Hal ini diperlukan agar program tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverintiwi Dewanti menjelaskan bahwa Program Kampung Bahagia pada tahun 2026 akan dilaksanakan di 1.583 RT dan dibagi dalam dua tahap pelaksanaan.
Program ini sebelumnya telah melalui tahap uji coba di puluhan RT dan menunjukkan hasil yang cukup positif, baik dari sisi realisasi kegiatan maupun meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan di lingkungan mereka.

­Adapun skema pendanaan program disesuaikan dengan jumlah kepala keluarga di masing-masing RT. RT dengan jumlah kurang dari 60 kepala keluarga mendapat alokasi sekitar Rp50 juta, RT dengan 60–100 kepala keluarga memperoleh sekitar Rp100 juta, sementara RT dengan jumlah lebih besar mendapatkan anggaran hingga Rp200 juta.
Dengan perhatian langsung dari pemerintah pusat, Program Kampung Bahagia diharapkan terus berkembang dan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan model pembangunan berbasis masyarakat yang berkelanjutan.(“)

Tinggalkan Balasan