Wali Kota Jambi Gelontorkan Rp3,8 Miliar & Lahan 7 Hektare untuk Tekan Inflasi 1,42%
Bacaweb.com, Jambi – Pemerintah Kota Jambi terus berinovasi dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan laju inflasi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengelola Lahan Abadi Agro (Lagro) seluas 7 hektare dan menyalurkan bantuan alat pertanian senilai Rp3,8 miliar kepada kelompok tani lokal. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkot untuk menurunkan angka inflasi hingga 1,42 persen melalui optimalisasi sektor pertanian.
Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, memimpin langsung kegiatan penanaman cabai perdana di lokasi Lagro, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, Rabu (1/10). “Kami ingin lahan tidur menjadi sumber produktivitas dan solusi nyata dalam menekan inflasi. Kalau produksi meningkat dan harga terkendali, masyarakat juga yang merasakan manfaatnya,” ujar Maulana.
Langkah ini menyasar komoditas strategis seperti cabai dan bawang yang selama ini menjadi penyumbang utama fluktuasi harga di pasar. Pemkot tak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun rantai pasok yang kuat. Salah satu strateginya, melibatkan 13.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli cabai lokal. Dengan skema ini, satu kilogram cabai dari setiap ASN bisa menyerap 1,3 ton hasil panen petani — sebuah solusi pasar yang praktis dan efektif.
Program Lagro menunjukkan hasil menggembirakan. Pada panen perdana, produktivitas lahan mencapai 9 ton cabai per hektare, membuktikan bahwa lahan tidur dapat diubah menjadi sumber hasil pertanian yang bernilai tinggi. Selain Lagro, Pemkot juga menjalankan program Lahan Pangan Keluarga dan pemanfaatan lahan produktif lainnya. Hingga kini, sekitar 14 hektare lahan telah diaktifkan kembali untuk mendukung ketahanan pangan lokal.
Tak hanya berhenti di sektor produksi, Pemkot juga memperkuat dukungan teknis dan logistik. Bantuan dari Kementerian Pertanian berupa alat dan mesin pertanian — seperti hand tractor, pompa air, dan mesin semprot — disalurkan ke kelompok tani. Hal ini diharapkan mempercepat proses pengolahan tanah dan meningkatkan efisiensi budidaya, terutama saat musim tanam dan panen.
Para petani menyambut positif program ini. Mereka menilai dukungan pemerintah sangat membantu dalam mengurangi biaya operasional dan meningkatkan hasil panen. Beberapa kelompok tani bahkan mulai merencanakan diversifikasi komoditas untuk memperluas peluang pasar. “Kalau dukungan seperti ini terus berlanjut, kami yakin pertanian Jambi akan semakin maju,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani.
Ke depan, Pemkot Jambi berencana memperluas konsep Lagro ke kecamatan lain agar dampaknya bisa dirasakan secara merata. Upaya kolaboratif antara pemerintah, petani, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ekosistem pangan yang kuat dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kestabilan harga bahan pokok di pasar. (*)




