Keunikan Penguin Bisa Hidup di Tengah Cuaca Panas
Bacaweb.com – Siapa bilang hewan penguin hanya bisa ditemukan di negara bersalju atau kutub utara dan selatan saja? Kini, Anda bisa melihat langsung spesies penguin Humboldt yang lucu dan menggemaskan di Pulau Bali.
Tak usah jauh-jauh ke kawasan artic atau antartika, Anda dapat menyaksikan gerak-gerik penguin Humboldt di Marine Safari Bali (MSB) yang berlokasi di Kecamatan Gianyar, Bali.
Melihat secara langsung penguin yang hidup di tengah teriknya cuaca di Pulau Bali. Lantas, mengapa penguin Humboldt dapat bertahan di hidup tanpa perlu ada salju atau cuaca dingin?
Education Manager of MSB and Taman Safari Bali Muhammad Khoiri Habibullah mengungkapkan penguin yang ada di MSB merupakan spesies yang berbeda dari penguin pada umumnya. Dia menjelaskan penguin Humboldt memang bukan berasal dari kutub utara atau selatan, melainkan kawasan Amerika Latin.
“Penguin Humboldt yang kini ada di MSB berasal dari Chile dan Peru. Jenis penguin ini tidak membutuhkan es ataupun salju untuk bertahan hidup. Itu sebabnya mereka bisa beradaptasi dengan cuaca di Bali yang tropis,” ujar Khoiri saat mendampingi Bisnis dan beberapa wartawan berkeliling area MSB beberapa waktu lalu.
Dia menjelaskan ada beberapa perbedaan mendasar antara penguin Humboldt dengan spesies penguin sub-antartik (yang bertahan di cuaca dingin). Pertama, kata dia, ukuran penguin Humboldt cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan penguin yang biasa ditemui di wilayah bersalju.
Kedua, hal yang membedakan adalah motif dan jenis bulu yang dimiliki oleh masing-masing penguin. Menurutnya, penguin Humboldt memiliki bulu berwarna hitam-putih yang unik.
“Jenis penguin Humboldt ini sangat unik. Mereka bisa berkamuflase. Bagian putih sama hitam di bulu mereka itu bukan semata-mata warna saja. Tapi ketika mereka di alam liar, warna putih ini nge-blend [menyatu] dengan air, sedangkan hitam menyatu dengan warna lautan yang lebih gelap,” ujarnya.
Saat ini, Khoiri menuturkan ada enam ekor penguin Humboldt yang hidup di Marine Safari Bali. Dari enam ekor tersebut, lima diantaranya merupakan jantan dan 1 betina.
Adapun, penguin Humboldt di MSB merupakan hasil captive breeding yang dilakukan oleh Taman Safari Bogor. Untuk melihat langsung lucunya tingkah laku penguin Humboldt, pengunjung dapat mendatangi zona pesisir atau The Coastal yang ada di Marine Safari Bali. Selain di darat, pengunjung juga bisa melihat langsung bagaimana cepatnya penguin Humboldt berenang di dalam akuarium.
“Penguin Humboldt ini bisa berenang dengan kecepatan 40 km/jam. Walaupun di darat kelihatannya sangat tenang, tapi kalau di air mereka bisa berenang dengan cepat sekali,” imbuhnya.




