Daftar PSN 2025 Terbaru: Pemerintah Fokus ke Proyek Jalan Tol dan Industri Hijau

BacaWeb.com, Jakarta — Pemerintah baru saja merilis revisi terbaru daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk sejumlah penyesuaian dan penambahan proyek tol yang dianggap strategis dalam kerangka pembangunan infrastruktur nasional. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025, yang merupakan revisi kedelapan dari Permenko Nomor 7 Tahun 2021.

Perubahan Utama dalam Daftar PSN

Salah satu perubahan signifikan adalah penghapusan proyek PIK 2 Tropical Coastland—yang sebelumnya tercantum sebagai PSN di sektor pariwisata—dari daftar PSN. Pemerintah menilai bahwa orientasi proyek tersebut lebih dominan ke properti daripada pariwisata, sehingga statusnya dicabut.
Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, pencabutan status ini tidak menghambat kelangsungan investasi di kawasan tersebut; pembangunan akan tetap berjalan seperti rencana awal.

Tak hanya proyek PIK 2, beberapa proyek lain juga dihapus dari daftar PSN, antara lain Kawasan Pengembangan Pangan dan Energi Merauke serta Program Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Proyek Baru yang Masuk Daftar PSN

Bersamaan dengan penghapusan proyek, pemerintah juga menambahkan sejumlah proyek baru yang dianggap strategis, terutama di sektor industri dan infrastruktur. Beberapa proyek yang dimasukkan ke daftar PSN antara lain:

Kawasan Industri Tekno Hijau Konasara (KITHK), Sulawesi Tenggara

Kawasan Industri Hijau Futong, Riau

Kawasan Industri Pulau Penebang, Kalimantan Barat

Kawasan Industri Kumai Multi Energi, Kalimantan Tengah

Kawasan Industri Alumina Toba, Kalimantan Barat

Kawasan Industri Indo Mineral Mining, Sulawesi Tengah

Kawasan Industri Sungai Tabuk, Kalimantan Tengah

Kawasan Industri Rimau, Kalimantan Tengah

Proyek Estuary Dam di Teluk Bintan & pengembangan SPAM di Kepulauan Riau

Pengembangan lahan sawah rawa pasang surut dan rawa lebak di Sumatera Selatan

Selain itu, program strategis juga diperluas ke beberapa bidang sosial-ekonomi, seperti program pengendalian banjir, percepatan digitalisasi pendidikan, penanganan kemacetan, pengelolaan sampah terpadu, dan upaya pengentasan kemiskinan.

Sorotan: Fokus ke Tol dan Infrastruktur Jalan

Dalam daftar proyek prioritas dan strategis nasional yang dikelola lewat skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha), terdapat banyak proyek jalan tol yang tengah dalam tahap persiapan atau pelaksanaan. Beberapa ruas tol yang mendapatkan perhatian antara lain:

Tol Pekanbaru – Kandis – Dumai di Riau

Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung di Sumatera Selatan

Tol Bakauheni – Terbanggi Besar

Tol Mojokerto – Kertosono

Tol Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran

Tol Ngawi – Bojonegoro – Babat

Tol Solo – Ngawi

Tol Semarang – Demak (sebagai tambahan untuk konektivitas jalur pantura utara)

Misalnya, tol Semarang–Demak direncanakan sebagai pelengkap jaringan tol Utara Jawa, sekaligus berfungsi sebagai pengaman terhadap banjir pasang laut di pesisir Semarang–Demak.

Implikasi dan Tantangan

Penyesuaian daftar PSN ini mencerminkan upaya pemerintah untuk merespons kebutuhan strategis dan menjaga fokus pembangunan ke sektor-sektor yang mendesak dan berdampak luas — termasuk tol dan infrastruktur jalan.

Namun, pelaksanaan proyek jalan tol sering menghadapi tantangan klasik seperti pembebasan lahan, pendanaan, dan koordinasi antar lembaga. Agar target-target strategis ini bisa tercapai tepat waktu, diperlukan pengawasan ketat dan kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. (*)