Prabowo dan Raja Abdullah II: Persahabatan Militer yang Kini Jadi Kekuatan Diplomasi

BacaWeb.com, Jakarta, 15 November 2025 — Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Raja Abdullah II dari Yordania di Istana Merdeka menghadirkan suasana hangat yang tidak sekadar mencerminkan hubungan antarnegara, tetapi juga persahabatan panjang yang sudah terjalin sejak keduanya masih muda. Momen ini menjadi reuni dua sahabat lama yang kini sama-sama memimpin bangsa.

Kedekatan Prabowo dan Raja Abdullah II berawal ketika mereka menempuh pelatihan militer di Fort Benning, Amerika Serikat. Hubungan tersebut terus berlanjut dalam berbagai fase kehidupan. Pada 1998, Prabowo bahkan menghabiskan masa sulitnya di Yordania, yang kemudian semakin mempererat hubungan keduanya.

Raja Abdullah II mengenang masa-masa itu sebagai hubungan yang bukan hanya dekat, tetapi juga seperti saudara, bahkan pernah dibicarakan langsung kepada mendiang Raja Hussein. Ia menegaskan rasa hormat dan kebanggaannya dapat kembali bertemu Prabowo sebagai pemimpin Indonesia.

Pertemuan di Jakarta ini tidak berhenti pada nostalgia. Keduanya mendiskusikan kerja sama strategis, termasuk kelanjutan nota kesepahaman yang telah ditandatangani di Amman beberapa waktu lalu. Isu kemanusiaan di Gaza menjadi salah satu fokus utama, di mana Indonesia dan Yordania sepakat memperkuat dukungan dan mendorong solusi perdamaian yang berkelanjutan.

Di sisi lain, sektor ekonomi juga disentuh, terutama mengenai rencana pembelian fosfat dan potas dari Yordania sebagai bagian dari kebutuhan bahan baku pupuk.

Hubungan personal yang terjalin sejak masa militer membuat pembicaraan kedua pemimpin terasa lebih cair dan penuh kepercayaan.

Prabowo bahkan mengundang Raja Abdullah II untuk menganggap Indonesia sebagai rumah kedua, serta berharap sang Raja dapat berkunjung kembali bersama keluarga. Kehangatan itu menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia–Yordania tidak hanya bergerak pada jalur formal, tetapi juga ditopang oleh kedekatan emosional dua pemimpin yang telah saling mengenal lebih dari tiga dekade.

Pertemuan ini menjadi simbol bahwa hubungan personal dapat menjadi jembatan kokoh dalam diplomasi modern. Bagi Raja Abdullah II, Prabowo bukan hanya mitra politik; ia adalah sahabat lama yang kembali ditemui saat keduanya berada di puncak kepemimpinan.

Bagi Indonesia, kunjungan ini memperkuat pesan bahwa kerja sama internasional dapat dibangun bukan hanya dengan kepentingan, tetapi juga dengan persaudaraan yang tulus.(*)