Momen Viral Menkeu Purbaya dengan Outfit Andalannya
Bacaweb.com – Menteri Keuangan (Menkeu) baru di Kabinet Merah Putih, Purbaya Yudhi Sadewa tengah menjadi perhatian sebagian publik usai dirinya menggantikan Sri Mulyani dalam kebijakan reshuffle Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dari gaya bicara hingga gebrakan kebijakan fiskal yang dilakukan Purbaya kini seolah menjadi bahan perbincangan baru warganet di media sosial.
Menilik dari sisi yang lain, terdapat gaya berpakaian atau outfit sang Menkeu baru yang juga menjadi perbincangan hangat.
Pasalnya, Purbaya di beberapa kesempatan berbeda acapkali tampil mengenakan outfit andalan, yakni batik bercorak biru-cokelat yang kerap berhasil membuat bola mata warganet melirik berkali-kali.
Ada sejumlah momen terkini yang menjadi bukti Menkeu Purbaya sering mengenakan outfit andalannya dalam sebuah acara resmi maupun rapat kerja bareng anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Berikut ulasan selengkapnya:
1. Saat Purbaya Kritik Rocky Gerung
Dalam pidatonya di acara Great Institute Lecture di Jakarta, pada Minggu, 14 September 2025, Purbaya kedapatan memakai outfit batik bercorak biru-cokelat andalannya.
Saat itu, sang Menkeu RI sempat menjadi sorotan saat dirinya melontarkan usai dirinya melontarkan kritik kepada pengamat politik Rocky Gerung hingga membuat ruangan riuh dengan tawa para tamu undangan.
Mulanya, Menkeu Purbaya menyoroti kebijakan moneter ketat yang menurutnya menjadi salah satu penyebab berkurangnya peredaran uang di masyarakat.
Pria kelahiran Bogor itu menilai, hal itu menimbulkan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Purbaya secara blak-blakan menyinggung peran lembaga internasional seperti IMF maupun kebijakan Bank Indonesia.
“Ketika uang yang beredar terlalu sedikit, konsumsi melemah, investasi tertahan, dan akhirnya ekonomi tidak bisa tumbuh optimal. Ini yang pernah terjadi di era Presiden Jokowi, dan kini kembali dirasakan di era Presiden Prabowo,” jelasnya.
Ia menyebut, banyak pihak termasuk kalangan intelektual belum sepenuhnya memahami dinamika kebijakan yang memengaruhi perekonomian RI dari luar maupun dalam negeri.
“Jadi saya mau mengkritik Pak Rocky Gerung sedikit. Dia suka ngeledekin (Presiden ke-7 RI) Jokowi nggak ngapa-ngapain,” ujar Purbaya.
2. Rapat Perdana Bareng Komisi XI DPR
Dalam kesempatan berbeda, Purbaya kembali tampil dengan outfit serupa saat berbincang dengan para anggota Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen RI, Jakarta, pada Rabu, 10 September 2025.
Di awal rapat, Purbaya sempat mengungkap bahwa sebagai menteri dia bakal berhati-hati saat memberikan pernyataan.
“Ini kunjungan saya yang pertama sebagai Menteri Keuangan, biasanya sebagai LPS,” ungkapnya.
“Kalau waktu Ketua LPS saya katanya ngomongnya agak koboi, sekarang enggak boleh, saya baru merasakan dampaknya, rupanya beda,” imbuh Purbaya.
Purbaya juga sempat memaparkan target pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Menkeu pengganti Sri Mulyani itu juga memaparkan kondisi daya beli, inflasi, neraca perdagangan dan kinerja instrumen keuangan, seraya menyoroti refleksi 10 bulan kinerja Presiden Prabowo.
3. Tampil di Hadapan Prabowo saat Sarasehan Ekonomi
Pada April 2025 lalu, Purbaya yang saat itu menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), juga kedapatan memakai outfit batik andalannya.
Saat itu, Purbaya memaparkan soal kondisi perekonomian Indonesia di depan Presiden Prabowo, ratusan ekonom, dan pengusaha dalam acara bertajuk “Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden Prabowo” di Istana Kepresidenan Jakarta, pada 8 April 2025.
Pria berusia 61 tahun itu sempat melontarkan argumen ihwal situasi ekonomi nasional yang dinilai akan cerah pada tahun-tahun mendatang.
“Kalau sudah banyak ekonom presentasi, ekonom yang terakhir pasti keadaannya konyol. Karena semua barang sudah dipresentasikan. Tapi saya akan coba melihat dari angle yang berbeda,” ungkap Purbaya dalam kesempatan tersebut.
Di hadapan Prabowo, Purbaya mengaku siap kerja lebih keras untuk memastikan ekonomi RI berada dalam tren yang positif.
“Saya di LPS. Saya concern terhadap prospek ekonomi kita ke depan. Karena kalau ekonomi yang memburuk, maka saya ke depannya akan kerja lebih keras. Jadi saya monitor terus kondisi ekonomi,” tukasnya.***




