Ketiga Kalinya Irlandia Punya Presiden Perempuan

Bacaweb.com – Politikus independen sayap kiri, Catherine Connolly (68), yang mendapat dukungan dari partai-partai berhaluan kiri di Irlandia termasuk Sinn Fein, Partai Buruh, dan Partai Demokrat Sosial, memenangkan pemilihan presiden negara itu dengan kemenangan telak.

Hasil resmi menunjukkan dukungan kuat bagi Connolly sebagai presiden, jabatan yang sebagian besar bersifat seremonial di Irlandia. Ia meraih 63 persen suara utama setelah suara tidak sah dikeluarkan dari perhitungan, sementara rivalnya, Heather Humphreys dari partai konservatif moderat Fine Gael, memperoleh 29 persen.

Pada Sabtu (25/10/2025) malam di Kastil Dublin, Connolly menyatakan bahwa ia akan memperjuangkan keberagaman, menjadi suara bagi perdamaian, dan bertekad untuk memperkuat kebijakan netralitas Irlandia.

“Saya akan menjadi presiden yang inklusif untuk kalian semua dan saya menganggap ini sebagai sebuah kehormatan besar,” ujarnya seperti dilansir Associated Press.

Humphreys telah mengakui kekalahannya lebih awal pada Sabtu sebelum penghitungan suara selesai.

Connolly, seorang mantan pengacara yang telah menjabat sebagai anggota parlemen sejak 2016, dikenal vokal dalam mengkritik Israel atas perang di Gaza. Ia juga telah memperingatkan tentang meningkatnya militerisasi Uni Eropa setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.

Irlandia memiliki tradisi netralitas militer, namun para pengkritiknya mengatakan bahwa sikap Connolly berisiko membuat negara itu menjauh dari sekutu-sekutunya.

Perdana Menteri Micheal Martin pada Sabtu mengucapkan selamat kepada Connolly atas kemenangan pemilihan yang sangat meyakinkan. Ia menantikan kerja sama dengan presiden baru tersebut, seiring dengan upaya Irlandia mempertahankan perannya yang penting di panggung global dan mempersiapkan diri menjadi tuan rumah kepresidenan Uni Eropa pada paruh kedua tahun 2026.