Aksi Pencurian di Louvre: Perhiasan Kerajaan Hilang, Museum Paris Tutup Sementara

BacaWeb.com, Paris — Dunia seni digemparkan oleh kabar pencurian besar-besaran di Museum Louvre, Paris. Sejumlah perhiasan kerajaan bernilai tinggi dilaporkan raib dari ruang pamer bergengsi Galerie d’Apollon, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ruang paling bersejarah di museum tersebut.

Pihak Louvre mengonfirmasi bahwa ruangan tempat koleksi itu dipajang kini ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan. “Kami tengah bekerja sama dengan kepolisian untuk menelusuri kejadian ini dan memastikan keamanan seluruh koleksi lainnya,” ujar salah satu juru bicara museum dalam pernyataannya, Senin (20/10).

Menurut sumber internal, perhiasan yang dicuri merupakan bagian dari koleksi lama peninggalan keluarga kerajaan Prancis. Nilainya tidak hanya tinggi secara finansial, tetapi juga memiliki arti sejarah yang besar.

Kepolisian Paris telah menurunkan tim investigasi khusus untuk mengusut pencurian tersebut. Petugas tengah menelusuri rekaman CCTV dan memeriksa akses keamanan museum yang dikenal memiliki sistem pengawasan modern.

Beberapa pengunjung yang berada di sekitar lokasi pada saat kejadian mengaku tidak menyadari adanya aktivitas mencurigakan. “Semuanya terlihat normal. Kami baru tahu setelah petugas meminta semua pengunjung keluar dari area itu,” ujar seorang turis asal Spanyol.

Pencurian ini menambah daftar panjang hilangnya benda seni berharga di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Publik berharap agar karya-karya bersejarah tersebut segera ditemukan dan dikembalikan ke tempatnya.

Museum Louvre, yang dikenal sebagai rumah bagi lukisan legendaris Mona Lisa, menyatakan akan memperketat sistem keamanan dan meninjau ulang seluruh prosedur keselamatan koleksi mereka.(*)